Hikmah Dibalik Linux dan Open Source

Hikmah Dibalik Linux dan Open Source

Kedua makhluk aneh ini hadir di bumi karena adanya budaya saling memberi dan berbagi.
Tidak hanya dalam kehidupan sehari-hari seperti berteman, berdagang, bertetangga, atau
apapun, dalam IT kita juga bisa berbagi. Linus Torvalds memberikan kernel yang telah
dikembangkannya susah payah dari MINIX pada orang lain untuk dikembangkan bersama-sama.
Dia berikan semua tanpa mengharap imbalan apapun, padahal jika ia menjualnya
mungkin orang terkaya di dunia bukanlah Bill Gates. Mungkin Richard Stallman orang
frustasi, namun karena frustasinyalah GNU hadir di hadapan kita. Mereka berdua adalah
tonggak awal kemajuan Linux dan OpenSource. Mereka memberikan software mereka
atas dasar kepedulian dan rasa cinta sesama, serta keinginan kuat untuk berbagi. Mereka
berdua telah mengajarkan pada kita untuk ikhlas membagi buah pikir kita pada orang lain.
Mereka selalu ingin membantu orang lain dengan kemampuan yang mereka miliki. Dan
mereka bukanlah orang gila yang memberikan pada orang lain dengan entengnya hasil
karya, namun kepedulianlah yang membuat mereka mau memberikan hasil karyanya.
Linux kini telah menjadi OS yang sangat powerful. Baik di dekstop maupun server, Linux
mulai merajalela. Linux telah membuat banyak orang penasaran dengan sifatnya yang
Open Source. Kini Linux telah menjadi semakin kompleks dibandingkan beberapa tahun
yang lalu. Tahu kenapa? Ya, karena kontribusi orang-orang itu. Mereka yang memiliki
semangat sama di seluruh dunia secara bebas. Semua orang bebas mengembangkan, tak
peduli yang bisa memrogram ataupun tidak. Bagi yang sudah bisa, semangatnya akan
terus terpacu untuk membuat produk yang lebih baik dari sebelumnya. Mereka akan
berusaha untuk memperbaiki kesalahan mereka di masa lalu. Bagi yang belum bisa
memrogram, gejolak akan timbul dalam diri mereka. Mereka akan mencoba belajar
sedikit demi sedikit untuk bisa berkontribusi dalam suatu proyek bersama. Sekalipun
mereka takkan pernah bisa memrogrampun, mereka masih bisa menyumbangkan ide
yang mereka punya melalui milis, forum, LUG, atau dimanapun ada komunitas FOSS. Open
Source akan mendorong orang untuk belajar, dan jika orang itu punya semangat yang
kuat, akan muncul OTODIDAK-OTODIDAK BARU yang memiliki SDM tinggi hasil tempaan
alam. Hal ini dapat mempercepat kemajuan bangsa di bidang teknik informatika jika saja
dikelola dengan baik.
Dengan open source, tentu akan mulai muncul masalah-masalah baru. Seperti bagaimana
strategi penjualannya. Hei, open source kok bayar? Ya, memang open source membatasi
penggunaan komersialisasi namun model bisnisnya bertumpu pada support, training, dan
penjualan paket-paket penting. Memangnya tidak ada OS Linux yang berbayar? Ada,
contohnya Lindows. Dan masalah seperti inlah yang harus kita pecahkan bersama. “Kalau
semua orang nanti sudah pintar memrogram, terus softwarenya nggak ada yang beli
dong? Gratis khan apanya yang dibeli?” seperti itu contohnya. Cara mendapat profitnya
bisa lewat iklan, sumbangan, training dan support seperti tadi, atau cara lain yang belum
terpikirkan oleh kita. Registrasi software gratis, tapi diwajibkan mengklik beberapa iklan
sepertinya lucu. Tapi ini hanya salah satu contoh dan andalah yang memiliki kesempatan
besar mengubah dunia. Cobalah pikirkan ide lainnya, dan kembangkan bisnis anda
sendiri.

viva opensource………^_*
colongan dari : http://restava.wordpress.com

1 Komentar

  1. nurrahman18 berkata,

    22 April 2010 pada 7:40 pm

    wew, sejarah linux :D


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.