Setting Routing

ROUTING STATIC
• Mengkonfigurasikan Routing Static untuk beberapa jaringan
• Troubleshoot routing di jaringan testing dengan packet tracert.

Memulai pekerjaan:
• Siapkan 2 Unit PC sebagai work station
• 4 Unit Router
• Skema Jaringan dibuat dalam paket tracert.

Gambar Skema jaringan praktikum routing static.

1. Konfigurasi IP pada Host A (10.1.4.2/24) dan Host B (10.1.9.2/24)


Melihat konfigurasi pada Host A
C:\>ipconfig
Maka dari perintah tersebut akan menampilkan output sbb:

IP Address………………….: 10.1.4.2
Subnet Mask…………………: 255.255.255.0
Default Gateway……………..: 10.1.4.1

IP Address adalah alamat static dari PC sebagai alat untuk berkomunikasi dengan PC B atau PC yang lainnya yang terkoneksi dengan jaringan
Dimana pada contoh kasus ini yang kita gunakan adalah pada Host A dengan alamat 10.1.4.2 disini diketahui bahwa ip yang di isi adalah klas A

Bit pertama IP address kelas A adalah 0, dengan panjang net ID 8 bit dan panjnag host ID 24 bit. Jadi byte pertama IP address kelas A mempunyai range dari 0-127. Jadi pada kelas A terdapat 127 network dengan tiap network dapat menampung sekitar 16 juta host (255x255x255). IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar.

Dengan subnet mask : 255.0.0.0 jika pada sistem operasi windows akan secara otomatis menghitung sendiri, akan tetapi jika pada sistem operasi Linux maka kita harus menghitung terlebih dahulu untuk mengisi dari subnet mask yang akan kita gunakan sesuai dengan pemberian klas IP yang kita isi.

Sedangkan Default Gateway adalah diberikan sebagai jalur untuk mencapai network atatau sebagai keluar masuk data melalui jaringan.

Melihat Configurasi pada HOST B
PC>ipconfig
IP Address………………….: 10.1.9.2
Subnet Mask…………………: 255.255.255.0
Default Gateway……………..: 10.1.9.1

2. Mengkonfigurasi default gateway Host A ke 10.1.4.1 dan Host B ke 10.1.9.1

Set default gateway Host A ke 10.1.5.1 dan Host B ke 10.1.9.1

3. Cek koneksitas dari Host A ke Router A, Router B, Router C, Router D dan Host B

C:\> ping [ip_tujuan]
Disini saya akan melakukan pengetesan dari [Host A] ke [Host B]

Atau sebaliknya dari [Host B] ke [Host A]
PC>ping 10.1.4.2

Output dari perintah diatas akan menghasilkan Requer time out
Maksudnya adalah koneksi dari HOST A ke HOST B belum dapat terkoneksi
Ini disebabkan hubungan antara Host A ke router A,B,C,D dan Host B belum disetting secara keseluruhan atau belum dapat saling terhubung.
Baca entri selengkapnya »

ROUTER apaseeeh itU…???

ROUTER

Router adalah merupakan piranti yang menghubungkan dua buah jaringan yang berbeda tipe maupun protokol. Dengan router dapat dimungkinkan untuk :

•Menghubungkan sejumlah jaringan yang memiliki topologi dan protokol yang berbeda.
•Menghubungkan jaringan pada suatu lokasi dengan jaringan pada lokasi yang lain.
•Membagi suatu jaringan berukuran besar menjadi jaringan-jaringan yang lebih kecil dan mudah untuk dikelola.
•Memungkinkan jaringan dihubungkan ke internet dan informasi yang tersedia dapat diakses oleh siapa saja.
•Mencari jalan terefisien untuk mengirimkan data ke tujuan.
•Melindungi jaringan dari pemakai-pemakai yang tidak berhak dengan cara membatasi akses terhadap data-data yang tidak berhak untuk diakses.

1
Gambar. Fungsi Router

Baca entri selengkapnya »

Pengantar Jaringan Komputer – LAN

Kemajuan teknologi komputer sebagai pengolah data berkembang semakin cepat. Sejak terjadi penggabungan teknologi komputer dengan teknologi komunikasi, maka pengolahan data yang semula saling terpisah (stand alone) antar unit komputer sekarang dapat saling dihubungkan melalui suatu sistem jaringan komputer (komputer network). Bila komputer yang saling berhubungan berada dalam satu lokasi yang sama maka disebut Local Area Network (LAN). Namun jika banyak terdapat LAN yang terpisah dibeberapa tempat yang secara geografis cukup jauh dan saling berhubungan disebut juga jaringan namun cakupannya lebih luas, atau disebut dengan Wide Area Network (WAN).

Konsep Dasar Jaringan

Jaringan komputer adalah sekelompok komputer yang saling dihubungkan dengan menggunakan suatu protokol komunikasi sehingga antara satu komputer dengan komputer yang lain dapat berbagi data atau berbagi sumber daya (sharing resources).

Baca entri selengkapnya »

Mengenal Protocol TCP/IP untuk Jaringan Komputer

mengenal_tcp_ip

Definisi Protocol TCP/IP

TCP adalah nama protokol jaringan. Sedangkan protokol dapat diilustrasikan sebagai suatu seperangkat aturan perusahaan-perusahaan dan produk software yang harus melekat ke dalam suatu urutan yang membuat produk-produk mereka dapat kompatibel dengan yang lainnya. Aturan-aturan tersebut untuk memastikan komputer yang menjalankan TCP/IP versi Hewlett Packard dapat berhubungan dengan PC Compaq yang menjalankan TCP/IP ataupun dengan Mainframe. Jika ditinjau dari metode cara kerjanya, maka vendor software yang memproduksi tidak begitu pending bagi sistem TCP/IP. TCP/IP merupakan protokol terbuka, maksudnya adalah semua spesifikasi dari protokol disebarkan dan digunakan oleh siapa saja.

MODEL OSI TCP/IP
Application Application
Presentation
Session Transport
Transport Internet
Network Network Interface
Data Link
Physical Physical

TCP/IP hanya terdiri dari lima layer saja dari tujuh fungsi model OSI. Berikut ini adalah layer dari protokol TCP/IP:

  • Layer 5 ~ layer Application. Aplikasi-aplikasi seperti FTP, Telnet, SMTP dan NFS direlasikan ke layer ini.
  • Layer 4 ~ Layer Transport. Di dalam layer ini, TCP dan UDP menambahkan data transport ke paket dan melewatinya ke layer internet.
  • Layer 3 ~ Layer Internet. Pada saat memulai aksi pada lokal host Anda (host pemrakarsa) tersebut dilakukan atau merespon ke host lain (host penerima), layer ini mengambil paket dari layer transport dan menambahkan informasi IP sebelum mengirimkannya ke layer-layer Network Interface.
  • Layer 2 ~ Layer Network Interface. Device jaringan inilah sebagai host atau komputer lokal. Melalui media inilah data tesebut  dikirim ke layer Physical.
  • Layer 1 ~ Layer Physical. Layer 1 secara harafiah adalah Ethernet, protokol Poin-to-Point, atau Serial Line Interface Protocol (SLIP) itu sendiri. Dengan kata lain layer ini merupakan sistem kabelnya.

Setiap layer menambahkan data header dan trailer ke dalam masing-masing layer, kemudian pesan tersebut dipaketkan dari layer diatasnya. Pada host penerima, data dibuka paketnya satu layer pada saat itu juga, dan kemudian informasi dikirim ke level tertinggi berikutnya sampai ia mencapai host aplikasi.
Baca entri selengkapnya »

Kabel dan Arsitektur Jaringan Komputer

Mari kita lanjutkan tulisan mengenai jaringan komputer khusus LAN. Jika kamu baru menemukan tulisan ini silakan melihat tersebih dahulu materi sebelumnya mengenai Pengantar Jaringan Komputer.

Memilih Kabel

Empat jenis kabel jaringan yang umum digunakan saat ini yaitu :

  1. Kabel Coaxial
    Terdiri atas dua kabel yang diselubungi oleh dua tingkat isolasi. Tingkat isolasi pertama adalah yang paling dekat dengan kawat konduktor tembaga. Tingkat pertama ini dilindungi oleh serabut konduktor yang menutup bagian atasnya yang melindungi dari pengaruh elektromagnetik. Sedangkan bagian inti yang digunakan untuk transfer data adalah bagian tengahnya yang selanjutnya ditutup atau dilindungi dengan plastik sebagai pelindung akhir untuk menghindari dari goresan kabel.
    Baca entri selengkapnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.