Seperti semua hal, pada dasarnya selalu ada tingkatan untuk mengenal. Sistem operasi bukan perkecualian. Jika orang membeli komputer sekarang di Indonesia, mungkin hanya diperkenalkan oleh sistem operasi Windows saja. Bukan apa-apa, bajakan masih banyak dan pemberdayaan hukum dan kesadaran tentang hak cipta masih rendah.
Lalu pemakai Windows yang terbiasa pula menggunakan produk-produk bajakan lainnya untuk bekerja, seperti office suite, ketika disodorkan Linux, dahinya langsung berkerenyit. Linux menjadi barang aneh dan asing untuk digunakan. Sebenarnya terutama bukan soal antarmuka yang sedikit lain atau instalasinya, tapi lebih karena kesan tentang sesuatu yang rumit.
Ada yang berpendapat, Linux memang rumit, jadi hanya untuk tukang ngoprek dan yang punya banyak waktu otak-atik dan coba-coba saja. Kesan ini lebih menguat lagi, ketika disodorkan Linux distribusi tertentu, yang kebetulan memang perlu sedikit waktu untuk belajar dan membiasakan diri. Tak semua yang punya komputer atau bekerja dengannya, punya kemewahan waktu untuk menceburkan diri pada kurva pembelajaran Linux.
Baca entri selengkapnya »




